<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-unhide:no; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-priority:99; mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; margin-bottom:5.75pt; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} span.google-src-text {mso-style-name:google-src-text; mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:310868285; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1347916024 67698703 116970280 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l0:level2 {mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1 {mso-list-id:349767048; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1335127710 67698703 -945228540 985284198 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1:level2 {mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1:level3 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:117.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:117.0pt; text-indent:-.25in;} @list l2 {mso-list-id:538786927; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-2099766786 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l2:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;} @list l3 {mso-list-id:681975031; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-811303518 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.25in;} @list l4 {mso-list-id:1121804418; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1846597652 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>
ANALISIS DAN PENGEMBANGAN RFID PADA LINGKUNGAN PERGUDANGAN
Ferry
Univ.Bina Nusantara
ABSTRAK
Mananjemen pergudangan sangatlah diperlukan pleh semua perusahaan besar dalam mengatur stock barangnya masing-masing. Dengan keberagaman produk dan jumlah per itemnya, diperlukan waktu yang digunakan untuk mengatur semua itu. Selain waktu yang harus dikorbankan diperlukan pula banyak tenaga kerja untuk mengerjakan segala sistemasi dalam manajemen pemasaran. Dengan jumah yang banyak inilah dapat membuat ketidaksamaan data karena terlalu banyak orang yang memberi input data. Penggunaan RFID pada pergudangan apat melakukan penghematan waktu dan tenaga kerja. Masalah kehilangan barang, ketepatan waktu dapat ditekan oleh sistem ini.
Kata Kunci: manajemen pergudangan, RFID.
PENDAHULUAN
Mananjemen pergudangan sangatlah diperlukan pleh semua perusahaan besar dalam mengatur stock barangnya masing-masing. Dengan keberagaman produk dan jumlah per itemnya, diperlukan waktu yang digunakan untuk mengatur semua itu. Selain waktu yang harus dikorbankan diperlukan pula banyak tenaga kerja untuk mengerjakan segala sistemasi dalam manajemen pemasaran. Dengan jumah yang banyak inilah dapat membuat ketidaksamaan data karena terlalu banyak orang yang memberi input data. Penggunaan RFID pada pergudangan apat melakukan penghematan waktu dan tenaga kerja. Masalah kehilangan barang, ketepatan waktu dapat ditekan oleh sistem ini.
Identifikasi Masalah
Perusahaan memiliki banyak gudang dengan berbagai macam barang dan jumlahnya. Sering kali terjadi bahwa kesalahan dalam penempatan barang, kehilangan barang maupun kesalahan dalam perhitungan barang. Hal ini menyebabkan ketidak tepatan informasi yang harus didapat oleh begitu banyaknya orang yang memasukkan data. Oleh karena itu dibutuhkannya waktu yang relatif lama untuk mendapatkan ketepatan informasi yang ada.
Ruang Lingkup
Adapun batasan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :
1. Penulisan ini dititikberatkan pada pengembangan RFID di pergudangan
2.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah :
1. Menganalisa pengkembangan cara pengidentifikasian barang
2. Menganalisa penrkembangan RFID
3. Menganalisa Pengembangan dan implementasi RFID dalam pergudangan
Manfaat dari penulisan skripsi ini adalah :
- Mendapatkan gambaran konsep tentang RFID pada pergudangan
- Memberikan penjalasan bagaimana RFID dapat menunjnag dan meningkatkan kinerja manajemen pergudangan
RFID
MenurutVangie ‘Aurora’ Beal, RFID merupakan sebuah teknologi komunikasi jarak pendek yang berdedikasi. RFID merupakan sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang berbentuk label atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Data yang sisimpan berbentuk rangkaian nomor yang unik. Teknologi ini dapat dikeleompokkan dalam kelompok teknologi identifikasi otomatis.
Dengan kemunculan barcode yang membuat revolusi dalam sistem identifikasi beberapa waktu lalu dan mengalami banyak percobaan dengan berbagai spesifikasi dan problem yang ditemukan. Barcode Dapat menjadi sangat murah tapi kapitas penyimpanan datanya masih sangat kecil dan tidak dapat diprogram ulang.
Sekarang ini RFID sudah banyak digunakan khususnya sebagai pengganti barcode. Sistem RFID menawarkan peningkatan efisiensi dalam pengendalian inventaris, logistic dan pengendalian rantai pasok yang sekarang sedang menjadi isu yang bayak dibicarakan orang. Dengan banyaknya pemanfaatan RFID, ke depan akan memberikan nilai tambah tersendiri dan juga banyak juga yang mulai khawatir karena dapat mengancam privasi seseorang. Bayangkan jika sesorang ditanam chip RFID maka apa yang dia lakukan akan termonitor dan hal ini akan menimbulkan masalah tersendiri terutama tentang privasi seseorang.
Sejarah RFID
Di tahun 1946, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara menggetarkan sebuah diafrakma (diaphragm) yang merubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID. Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an.
Sebuah teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris di tahun 1939, dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Perang Dunia II untuk mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan. Transponder semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai penerbangan hingga hari ini.
Karya awal lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196–1204, Oktober 1948. Stockman memperkirakan bahwa “…riset dan pengembangan yang lebih serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi ini) dieksplorasi lebih jauh.”
Paten Amerika Serikat nomor 3,713,148 atas nama Mario Cardullo di tahun 1973 adalah nenek moyang pertama dari RFID modern; sebuah transponder radio pasif dengan memori ingatan. Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan di tahun 1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York (New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan sebagai alat pembayaran bea.
Pada dasarnya, paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor di tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien).
Demonstrasi label RFID dengan teknologi tenaga pantulan, baik yang pasif maupun yang aktif, dilakukan di Laboratorium Sains Los Alamos di tahun 1973. Alat ini diperasikan pada gelombang 915 MHz dan menggunakan label yang berkapasitas 12 bit.
Paten pertama yang menggunakan kata RFID diberikan kepada Charles Walton di tahun 1983 (Paten Amerika Serikat nomor 4,384,288).
Sistem Kerja RFID

Sebuah RFID sistem terbuat dari 2 componen:
· Transponder yang terletak pada objek yang akan diidentifikasikan
· Detektor atau rease yang bergantung design dan teknologi yang digunakan, dapat digunakan sebagai perangkat reader atau write/read.
Dalam Sistem RFID, setiap object dipasangi sebuah tag kecil dan murah yang berisi transporder dengan chip memori digital yang berisi kode produk elektonik yang unik.
RFID tag terdiri dari tiga bagian. Pertama, lapisan pelindung dari benturan maupun proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh. Kedua, berupa lilitan antena dan sebuah kapasitor membentuk rangkaian yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Antena ini akan menangkap induksi medan elektromagnet dari RFID reader dan mengubahnya menjadi arus sebagai sumber tenaga bagi chip. Ketiga, ID chip yang akan memodulasi arus yang merepresentasikan bit-bit sinyal. Bit-bit sinyal ini berisi kode yang tersimpan di dalam ID chip. Panjang bit sinyal berbeda-beda untuk setiap produsen RFID tag.
Tag RFID hadir dengan berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa Tag dapat mudah ditemukan, seperti tag plastik keras anti maling yang terdapat pada barang di toko. Tag pelacak binatang yang ditanam dibawah kulit helwan peliharaan atau spesies berbahaya tidak lebih dari bagian kecil dari isi pensil. Bahkan tag yang lebih kecil telah dikembangkan untuk digabungkan pada fiber pada satuan uang nasional.
Solusi teknikal optimal adalah penyimpanan data pada chip silicon. Alat penyimpanan data elektik yang paling umum dan digunakan setiap hari adalah kartu chip yang biasa digunakan pada telepon kartu dan kartu bank. Tetapi kontak mesin yang digunakan pada kartu chip sering tidak praktis. Pengiriman data ynag tanpa bersentuhan anatara alat pembawa data dan pembacanya membuat lebih fleksible. Pada kasus ideal, Tenaga yang diperlukan untuk data pembawa data dapat ditransfer dari pembaca menggunakan tekonologi tak bersentuhan.
RFID reader, yang bisa ditempatkan sebagai pengganti kunci di pintu rumah atau kendaraan, mengeluarkan gelombang radio dan menginduksi RFID tag. Gelombang induksi tersebut berisi password (kata kunci ) dan jika dikenali oleh RFID tag, memori RFID tag (ID chip) akan terbuka. Kemudian RFID tag akan mengirimkan kode yang terdapat di memori ID chip melalui antena yang terpasang di tag. RFID reader akan membandingkan kode yang diterima dengan kode kunci yang tersimpan di RFID reader. Jika sesuai, RFID reader akan membuka kunci pintu. Untuk menghindari usaha penggandaan dan pencurian kode kunci, RFID reader akan membuat kode kunci yang baru. Kode baru ini akan disimpan ke memori RFID reader dan dikirimkan ke RFID tag yang akan disimpan di memori ID chip.
Secara ringkas, mekanisme kerja yang terjadi dalam sebuah sistem RFID adalah bahwa sebuah reader frekuensi radio melakukan scanning terhadap data yang tersimpan dalam tag, kemudian mengirimkan informasi tersebut ke sebuah basis data yang menyimpan data yang terkandung dalam tag tersebut.
Tipe RFID
Ada banyak berbagai jenis operasi yang berbeda untuk sistem RFID. Gambar di bawah ini menyediakan sebuah survei singkat yang dikenal prinsip-prinsip operasi

Range Frekuensi RFID
Table: Frequecy ranges used for RFID-systems (August 2006) |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
Picture: Frequency-ranges used for RFID-systems shown with the corresponding field strength and power levels.
Karena sistem RFID menghasilkan dan meradiasikan gelombang eletromagnetik, mereka dapat dikelompokan sebagau radio system. Fungsi radio lainnya yang memiliki radio frekuensi dapat menganggu atau mengimbangi operasi kerja system RFID. Sangatlah penting untuk memastikan bahwa sis RFID tidak mengganggu radio dan televisi di sekitar, jaringan radio patroli (polisi, layanan sekuriti, industry), angkatan laut dan jaringan radio pesawat udara dan telepon genggam.
Kebutuhan pelatihan berhubungan dengan layanan radio lainnya sangan dilarang pada ruang lingkip yang sesuai dengan frekuensi yang biasa digunakan oleh RFID. Oleh karena itu, biasanya penggunaan ruang lingkup frekuensi RFID digunakan hanya berkisar pada industri, penelitian atau peralatan medis atau peralatan jangka pendek. Frekuensi pada tabel di atas merupakan ruang lingkup frekuensi yang biasa dipake pada industri, penelitian dan medis di seluruh dunia dan dapat digunaka paada palikasi RFID
Kasifikasi RFID Tag
Setelah dikembangaan sedemikian rupa Tag RFID dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu:
1. Pasif
RFD pasif memiliki sumber tenaga internal. Energi listrik yang terpadat di antena berasal dari signal radio frekuensi yang cukup untuk memberikan tenaga pada sirkuit integrasi CMOS di dalam tag dan mentransmit respon.

2. Aktif
RFID Aktif memiliki sumber tenaga internal dimana digunakan untuk tenaga sirkuit berintegrasi dan memberikan sinyal ke reader. Tag Aktif biasanya lebih dapat diandalkan terutama karena kemampuan tag aktif untuk melakukan hubungan langsung dengan reader. Karena memiliki sumber tenaga sendiri, maka dapat menghasilkan tranmisi hingga ke tingkat yang lebih tinggi dan dapat menjadi lebih efektif dalam lingkungan yang sulit dijangkau seperti air, logam dan jarak yang lebih jauh. Biasanya tag aktif dapat menjangkau ratusan meter dan dapat bertahan hingga 10 tahun.

3. Semi Pasif
Tag Semi Passive hampir sama dengan tag aktif dalam hal memiliki sumber tenaga tetapi baterai yang digunakan hanya untuk memberikan tenaga pada microchip dan tidak mengeluarkan sinyal. Tenaga RF direfleksikan kembali ke reader seperti tag pasif.

Perbandingan dengan Barcode
Sebuah barcode adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sebenarnya, kode batang ini mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut kode matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga disebut sebagai kode batang.
Penggunaan awal kode batang adalah untuk mengotomatiskan sistem pemeriksaan di swalayan, tugas dimana mereka semua menjadi universal saat ini. Penggunaannya telah menyebar ke berbagai kegunaan lain juga, tugas yang secara umum disebut sebagai Auto ID Data Capture (AIDC). Sistem terbaru.
Kode batang dapat dibaca oleh pemindai optik yang disebut pembaca kode batang atau dipindai dari sebuah gambar oleh perangkat lunak khusus. Di Jepang, kebanyakan telepon genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk kode 2D, dan perangkat sejenis tersedia melalui platform smartphone.
RFID merupakan sebuah pengembangan dari sistem barcode yang sudah ada. Karena dirasakan barcode kurang memnuhi kebutuhan yang ada, maka RFID dikembangkan sedemikiakan rupa dengan harga yang relatif murah dan dapat menyaingi kode barcode. Dibawah ini merupakan tabel perbandingan antara Barcode dengan RFID.

Mengurangi privasi
Terkait dengan pemasangan RFID tag ke dalam tubuh manusia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, mengenai tingkat keamanan RFID tag dalam tubuh manusia. RFID tag memiliki lapisan pelindung yang terdiri dari kombinasi plastik dan kaca jenis khusus. Umumnya, lapisan pelindung RFID tag ini memiliki tingkat kekuatan yang tinggi. Sebelum memasang ke dalam telapak tangannya, Amal menguji coba kekuatan pelindung RFID tag tersebut. Ternyata, kekuatan yang dibutuhkan merusak lapisan pelindung RFID tag sebanding dengan kekuatan untuk mematahkan telapak tangannya.
Kedua, terkait dengan keamanan transfer data antara RFID tag dan RFID reader. Masalah yang lazim dihadapi oleh peralatan elektronik sejenis adalah usaha-usaha pencurian kode atau identitas dari peralatan tersebut. Beberapa penelitian menyatakan, mereka telah berhasil menyadap kode-kode yang ditransmisikan antara RFID tag dan RFID reader melalui gelombang radio. Kekurangan ini dapat diatasi dengan membuat enkripsi untuk transmisi data antara keduanya yang cukup sulit untuk dipecahkan oleh orang lain. Sebenarnya, penyadapan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Untuk menyadap kode-kode yang ada di RFID tag maupun RFID reader, si penyadap harus berada sedekat mungkin dengan RFID tag. Karena transmisi data harus dilakukan dalam jarak antara 5 – 10 cm.
Ketiga, terkait dengan efek bagi sosial. Penggunaan peralatan elektronik yang baru selalu membawa pro-kontra di masyarakat. Sama halnya dengan Amal, yang mendapat beragam tanggapan. Dari pujian dan kekaguman sampai cemoohan. Karena ada kekhawatiran, penggunaan RFID tag dalam tubuh akan mengurangi privasi pengguna. RFID tag akan memudahkan seseorang mengetahui posisi pengguna RFID tag tersebut.
Warehouse Management
Sebuah sistem manajemen gudang, atau WMS, merupakan bagian dari kunci rantai dan terutama bertujuan untuk mengontrol pergerakan dan penyimpanan bahan baku di dalam gudang dan proses transaksi yang terkait, termasuk pengiriman, penerimaan, dan memilih putaway. Sistem juga langsung dan mengoptimalkan stok putaway berdasarkan informasi real-time tentang status bin pemanfaatan.
Sistem manajemen gudang sering memanfaatkan Auto ID Data Capture (AIDC) teknologi, seperti barcode Scanners, ponsel komputer, LAN nirkabel dan berpotensi identifikasi frekuensi radio (RFID) efisien untuk memantau arus produk. Setelah data yang dikumpulkan, baik yang ada sinkronisasi dengan batch, atau real-time transmisi nirkabel ke sebuah pusat data. The database can then provide useful reports about the status of goods in the warehouse. Database kemudian dapat berguna memberikan laporan tentang status barang di gudang.
Tujuan dari suatu sistem manajemen gudang adalah menyediakan satu set komputer untuk menangani prosedur penerimaan stok dan kembali ke dalam gudang fasilitas, model dan mengelola logis keterwakilan fisik fasilitas penyimpanan (misalnya racking dll), mengelola stok di fasilitas yang mudah dan memungkinkan link ke urutan pemrosesan logistik dan manajemen untuk memilih, kemasan produk dan kapal dari fasilitas.
Gudang sistem manajemen dapat berdiri sendiri, sistem atau modul dari sebuah ERP system atau rantai pelaksanaan suite.
Tujuan utama dari WMS adalah untuk mengontrol pergerakan dan penyimpanan bahan baku di gudang – Anda mungkin bahkan menjelaskan sebagai kaki pada akhir-of-baris yang automates toko, manajemen lalu lintas dan biaya pengiriman.
Dalam bentuk sederhana, yang dapat WMS data melacak produk selama proses produksi dan bertindak sebagai juru bahasa dan pesan yang ada penyangga antara sistem ERP dan WMS. Manajemen gudang bukan hanya mengatur dengan batas-batas dari gudang ini, ia jauh lebih luas dan berjalan di luar batas-batas fisik. Management inventori, perencanaan inventarisasi, manajemen biaya, IT & aplikasi teknologi komunikasi yang akan digunakan adalah semua yang terkait dengan manajemen gudang. Kontainer penyimpanan, bongkar muat juga dilindungi oleh today. Warehouse manajemen pengelolaan gudang hari ini adalah bagian dari SCM dan permintaan manajemen. Bahkan produksi manajemen ke taraf yang besar bergantung pada manajemen gudang. Efisien gudang managemnt memberikan bermata ke rantai distribusi perusahaan ritel. Manajemen gudang tidak hanya dimulai dengan penerimaan bahan tetapi sebenarnya dimulai dengan perencanaan awal sebenarnya ketika kontainer yang dibuat untuk desain produk. Desain gudang dan proses desain dalam gudang juga bagian dari gudang managememt. Gudang merupakan bagian dari manajemen Logistik dan SCM.
Manajemen Gudang memonitor perkembangan produk melalui gudang. It involves the physical warehouse infrastructure, tracking systems, and communication between product stations. Ia melibatkan gudang prasarana fisik, sistem pelacakan, produk dan komunikasi antara stasiun.
Manajemen Gudang berkaitan dengan penerimaan, penyimpanan dan pergerakan barang, biasanya barang selesai, intermediate ke lokasi penyimpanan atau akhir ke pelanggan. Dalam multi-echelon model untuk distribusi, ada tingkat gudang, dimulai dengan Balai Gudang (s), gudang daerah layanan oleh pusat dan gudang gudang eceran di ketiga tingkat pelayanan regional gudang dan sebagainya. Tujuan dari manajemen pergudangan adalah untuk membantu biaya yang optimal dalam waktu demi pemenuhan oleh pengelolaan sumber daya ekonomi. Manajemen gudang = Manajemen penyimpanan produk dan layanan yang diberikan pada produk-produk di dalam gudang.

Gambar diatas merupakan siklus hidup dari sebuah manajemen pergudangan. Setiap barang yang keluar dan masuk, semua barang harus diperiksa dan di data lebih lanjut sebelum dimasukkan ke dalam gudang. Hasil pendataan barang kemudia dimasukkan ke dalam sistem untuk diolah lebih lanjut. Terkadan, pendataan barang membutuhkan waktu yang sangat panjang dikarenakan barang yang banyak. Sehingga, manajemen gudang menjadi tidak teratur dan dan tidak akurat.
RFID in Warehouse Management
RFID dapat digunaakan pada operasi manajemen inventori termasuk. Penerimaan, penempatan, pemilihan dan proses pengiriman. RFID memiliki nilai potensial yang tinggi ketika aplikasi dapat membaca kekurangan dalam proses bisnis. Dengan menggunakan RFID, barang dapat dimonitor dan diidentifikasikan di tempat pemrosesan dimana bentuk lainnya tidak dapat melakukannya karena keterbatasan. Faktor membaca nomor serial yang inil dan aman pada tag oleh RFID membuat Manajemen dalam invetodri an rantai pengadaan barang menjadi lebih mudah untuk dilakukan.
Penerimaan
Telah terbukti dengan penggunaan RFID, menurangi jumlah pekerja. Hanya diperlukan beberapa pengendara mobil besar yang dibutuhan dengan menggunakan tag RFID pada barang yang akan keluar dan diterima oleh supplier. Palet dan kotak sercara otomatis sudah dipasang dengan Tag RFID yang sudah ditetapkan lokasinya agar mudah diidentifikasikan oleh RFID reader pada pintu dock atau pada forklift. Data yang palet dimasukkan ke dalam manajemen gudang dan diperbaharui databse.
Peletakan
RFID dapat meningkatkan ketepatan penempatan dengan otomasisasi pengumpulan barang dengan lokasi penempatan actual dengan tanpa pengisian data operator atau barcode diperlukan. Ketika kotak atau palet diletakkan pada gudang, RFID pada palet akan menginput data lokasi kode dari tag lokasi dan identitas kotak atau palet sehingga menghemat wkatu operasi, pencarian dan scan barcode dan mengurangi kesalahan mengisi kode lokasi.

Keamanan/Dokumentasi
Prisnsip pembacaan lokasi penempatan otomatis dapat dimodifikasi oleh monitor lokasi. Aplikasi ini membutuhkan pembaca lokasi yang tetap untuk memonitor lokasi spesifik seperti portal atau area penyimpanan yang sudah ditunjuk. Palikasi ini dapat menjadi sangat berguna dalam hal kemamanan, pengadaan barang atau dokumenatasi keluar masuk barang, Sebagai contoh, RFID reade dapat memberikan dokumentasi terhadap barang yang diambil dari dalam gudang. Oleh karena itu, kemungkinan untuk mencuri menjadi kecil dan mudah untuk diketahui.
Pemilihan
Sama seperti penempatan, RFID membuat buketi kesalahan pada proses pemilihan. Barang yang diperlukan sudah direkam oleh RFID reader pada forklift dan RFID memberikan lokasi dimana barang tersebut berada dan dengan langsung mengambil barangnya seusai order dan di scan oleh RFID reader. Data tersebut kemudian dikonfirmasi ulang agar tidak terjadi keasalahan. Kebanyakan tag RFID berisikan nama barang, dan jumlah quantity agar dapat memudahkan dalam perhitungan stock barang.
Pengiriman
RFID dapat memvalidari palet dan meningkatkan akurasi pengiriman jika sebagai bagian dari proses pemilihan. Tag RFID pada palet dapat diidentifikasikan baik pada reader portal ataupun pada mobil. Manajemen pergudangan dapat mencocokan data dengan kebutuhan konsumen sehingga dapat mencegah kehilangan dan memberikan informasi untuk data pengiriman.


Gambar diatas merupakan lokasi1 dimana RFID ditempatkan agar dapat menunjang Manajemen pergudangan.
Kesimpulan
Dari analisa diatas, RFID sangatlah berguna dan dapat membantu proses managemen pergudangan dimulai dari saat penerimaan, penyimpanan, pemilihan hingga pengiriman. Dengan penggunaan RFID dapat mengurangi waktu dan tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan profit dan kinerja perusahaan
Daftar Pustaka
http://www.hk-rfid.com/home/warehouse_management.php
http://www.privcom.gc.ca/fs-fi/02_05_d_28_e.asp
http://www.dudung.net/teknologi-informasi/rfid-sebagai-peranti-pengenal-identitas.html
http://www.rfidjournal.comarticle/view/1339/2
http://www.webopedia.com/DidYouKnow/Computer_Science/2005/rfid.asp
http://www.kimaldi.com/kimaldi_eng/area_de_conocimiento/rfid/el_sistema_rfid
http://rfid-handbook.de/rfid/types_of_rfid.html
http://upcomingrfid.blogspot.com/2007/08/rfid-background.html

