ANALISIS DAN PENGEMBANGAN RFID PADA LINGKUNGAN PERGUDANGAN

June 19th, 2009 by pleaky

<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:Wingdings; panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; mso-font-charset:2; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:”"; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} a:link, span.MsoHyperlink {mso-style-unhide:no; color:blue; text-decoration:underline; text-underline:single;} a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed {mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; color:purple; mso-themecolor:followedhyperlink; text-decoration:underline; text-underline:single;} p {mso-style-priority:99; mso-style-unhide:no; mso-margin-top-alt:auto; margin-right:0in; margin-bottom:5.75pt; margin-left:0in; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0in; margin-right:0in; margin-bottom:0in; margin-left:.5in; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”,”serif”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”; mso-no-proof:yes;} span.google-src-text {mso-style-name:google-src-text; mso-style-unhide:no;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-hansi-font-family:Calibri;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:310868285; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1347916024 67698703 116970280 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l0:level2 {mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1 {mso-list-id:349767048; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1335127710 67698703 -945228540 985284198 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 {mso-level-tab-stop:.5in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1:level2 {mso-level-tab-stop:1.0in; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} @list l1:level3 {mso-level-number-format:alpha-lower; mso-level-tab-stop:117.0pt; mso-level-number-position:left; margin-left:117.0pt; text-indent:-.25in;} @list l2 {mso-list-id:538786927; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-2099766786 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693 67698689 67698691 67698693;} @list l2:level1 {mso-level-number-format:bullet; mso-level-text:; mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in; font-family:Symbol;} @list l3 {mso-list-id:681975031; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-811303518 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; margin-left:.75in; text-indent:-.25in;} @list l4 {mso-list-id:1121804418; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:1846597652 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-.25in;} ol {margin-bottom:0in;} ul {margin-bottom:0in;} –>

ANALISIS DAN PENGEMBANGAN RFID PADA LINGKUNGAN PERGUDANGAN

Ferry

Univ.Bina Nusantara

ABSTRAK

Mananjemen pergudangan sangatlah diperlukan pleh semua perusahaan besar dalam mengatur stock barangnya masing-masing. Dengan keberagaman produk dan jumlah per itemnya, diperlukan waktu yang digunakan untuk mengatur semua itu. Selain waktu yang harus dikorbankan diperlukan pula banyak tenaga kerja untuk mengerjakan segala sistemasi dalam manajemen pemasaran. Dengan jumah yang banyak inilah dapat membuat ketidaksamaan data karena terlalu banyak orang yang memberi input data. Penggunaan RFID pada pergudangan apat melakukan penghematan waktu dan tenaga kerja. Masalah kehilangan barang, ketepatan waktu dapat ditekan oleh sistem ini.

Kata Kunci: manajemen pergudangan, RFID.

PENDAHULUAN

Mananjemen pergudangan sangatlah diperlukan pleh semua perusahaan besar dalam mengatur stock barangnya masing-masing. Dengan keberagaman produk dan jumlah per itemnya, diperlukan waktu yang digunakan untuk mengatur semua itu. Selain waktu yang harus dikorbankan diperlukan pula banyak tenaga kerja untuk mengerjakan segala sistemasi dalam manajemen pemasaran. Dengan jumah yang banyak inilah dapat membuat ketidaksamaan data karena terlalu banyak orang yang memberi input data. Penggunaan RFID pada pergudangan apat melakukan penghematan waktu dan tenaga kerja. Masalah kehilangan barang, ketepatan waktu dapat ditekan oleh sistem ini.

Identifikasi Masalah

Perusahaan memiliki banyak gudang dengan berbagai macam barang dan jumlahnya. Sering kali terjadi bahwa kesalahan dalam penempatan barang, kehilangan barang maupun kesalahan dalam perhitungan barang. Hal ini menyebabkan ketidak tepatan informasi yang harus didapat oleh begitu banyaknya orang yang memasukkan data. Oleh karena itu dibutuhkannya waktu yang relatif lama untuk mendapatkan ketepatan informasi yang ada.

Ruang Lingkup

Adapun batasan masalah dalam penulisan ini adalah sebagai berikut :

1. Penulisan ini dititikberatkan pada pengembangan RFID di pergudangan

2.

Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah :

1. Menganalisa pengkembangan cara pengidentifikasian barang

2. Menganalisa penrkembangan RFID

3. Menganalisa Pengembangan dan implementasi RFID dalam pergudangan

Manfaat dari penulisan skripsi ini adalah :

  1. Mendapatkan gambaran konsep tentang RFID pada pergudangan
  2. Memberikan penjalasan bagaimana RFID dapat menunjnag dan meningkatkan kinerja manajemen pergudangan

RFID

MenurutVangie ‘Aurora’ Beal, RFID merupakan sebuah teknologi komunikasi jarak pendek yang berdedikasi. RFID merupakan sebuah metode identifikasi dengan menggunakan sarana yang berbentuk label atau transponder untuk menyimpan dan mengambil data jarak jauh. Data yang sisimpan berbentuk rangkaian nomor yang unik. Teknologi ini dapat dikeleompokkan dalam kelompok teknologi identifikasi otomatis.

Dengan kemunculan barcode yang membuat revolusi dalam sistem identifikasi beberapa waktu lalu dan mengalami banyak percobaan dengan berbagai spesifikasi dan problem yang ditemukan. Barcode Dapat menjadi sangat murah tapi kapitas penyimpanan datanya masih sangat kecil dan tidak dapat diprogram ulang.

Sekarang ini RFID sudah banyak digunakan khususnya sebagai pengganti barcode. Sistem RFID menawarkan peningkatan efisiensi dalam pengendalian inventaris, logistic dan pengendalian rantai pasok yang sekarang sedang menjadi isu yang bayak dibicarakan orang. Dengan banyaknya pemanfaatan RFID, ke depan akan memberikan nilai tambah tersendiri dan juga banyak juga yang mulai khawatir karena dapat mengancam privasi seseorang. Bayangkan jika sesorang ditanam chip RFID maka apa yang dia lakukan akan termonitor dan hal ini akan menimbulkan masalah tersendiri terutama tentang privasi seseorang.

Sejarah RFID

Di tahun 1946, Léon Theremin menemukan alat mata-mata untuk pemerintah Uni Soviet yang dapat memancarkan kembali gelombang radio dengan informasi suara. Gelombang suara menggetarkan sebuah diafrakma (diaphragm) yang merubah sedikit bentuk resonator, yang kemudian memodulasi frekuensi radio yang terpantul. Walaupun alat ini adalah sebuah alat pendengar mata-mata yang pasif dan bukan sebuah kartu/label identitas, alat ini diakui sebagai benda pertama dan salah satu nenek-moyang teknologi RFID. Beberapa publikasi menyatakan bahwa teknologi yang digunakan RFID telah ada semenjak awal era 1920-an, sementara beberapa sumber lainnya menyatakan bahwa sistem RFID baru muncul sekitar akhir era 1960-an.

Sebuah teknologi yang lebih mirip, IFF Transponder, ditemukan oleh Inggris di tahun 1939, dan secara rutin digunakan oleh tentara sekutu di Perang Dunia II untuk mengidentifikasikan pesawat tempur kawan atau lawan. Transponder semacam itu masih digunakan oleh pihak militer dan maskapai penerbangan hingga hari ini.

Karya awal lainnya yang mengeksplorasi RFID adalah karya tulis ilmiah penting Harry Stockman pada tahun 1948 yang berjudul Communication by Means of Reflected Power (Komunikasi Menggunakan Tenaga Pantulan) yang terbit di IRE, halaman 1196–1204, Oktober 1948. Stockman memperkirakan bahwa “…riset dan pengembangan yang lebih serius harus dilakukan sebelum problem-problem mendasar di dalam komunikasi tenaga pantulan dapat dipecahkan, dan sebelum aplikasi-aplikasi (dari teknologi ini) dieksplorasi lebih jauh.”

Paten Amerika Serikat nomor 3,713,148 atas nama Mario Cardullo di tahun 1973 adalah nenek moyang pertama dari RFID modern; sebuah transponder radio pasif dengan memori ingatan. Alat pantulan tenaga pasif pertama didemonstrasikan di tahun 1971 kepada Perusahaan Pelabuhan New York (New York Port Authority) dan pengguna potensial lainnya. Alat ini terdiri dari sebuah transponder dengan memori 16 bit untuk digunakan sebagai alat pembayaran bea.

Pada dasarnya, paten Cardullo meliputi penggunaan frekuensi radio, suara dan cahaya sebagai media transmisi. Rencana bisnis pertama yang diajukan kepada para investor di tahun 1969 menampilkan penggunaan teknologi ini di bidang transportasi (identifikasi kendaraan otomotif, sistem pembayaran tol otomatis, plat nomor elektronik, manifest [daftar barang] elektronik, pendata rute kendaraan, pengawas kelaikan kendaraan), bidang perbankan (buku cek elektronik, kartu kredit elektronik), bidang keamanan (tanda pengenal pegawai, pintu gerbang otomatis, pengawas akses) dan bidang kesehatan (identifikasi dan sejarah medis pasien).

Demonstrasi label RFID dengan teknologi tenaga pantulan, baik yang pasif maupun yang aktif, dilakukan di Laboratorium Sains Los Alamos di tahun 1973. Alat ini diperasikan pada gelombang 915 MHz dan menggunakan label yang berkapasitas 12 bit.

Paten pertama yang menggunakan kata RFID diberikan kepada Charles Walton di tahun 1983 (Paten Amerika Serikat nomor 4,384,288).

Sistem Kerja RFID

Sebuah RFID sistem terbuat dari 2 componen:

· Transponder yang terletak pada objek yang akan diidentifikasikan

· Detektor atau rease yang bergantung design dan teknologi yang digunakan, dapat digunakan sebagai perangkat reader atau write/read.

Dalam Sistem RFID, setiap object dipasangi sebuah tag kecil dan murah yang berisi transporder dengan chip memori digital yang berisi kode produk elektonik yang unik.

RFID tag terdiri dari tiga bagian. Pertama, lapisan pelindung dari benturan maupun proses-proses yang berlangsung di dalam tubuh. Kedua, berupa lilitan antena dan sebuah kapasitor membentuk rangkaian yang beresonansi pada frekuensi tertentu. Antena ini akan menangkap induksi medan elektromagnet dari RFID reader dan mengubahnya menjadi arus sebagai sumber tenaga bagi chip. Ketiga, ID chip yang akan memodulasi arus yang merepresentasikan bit-bit sinyal. Bit-bit sinyal ini berisi kode yang tersimpan di dalam ID chip. Panjang bit sinyal berbeda-beda untuk setiap produsen RFID tag.

Tag RFID hadir dengan berbagai bentuk dan ukuran. Beberapa Tag dapat mudah ditemukan, seperti tag plastik keras anti maling yang terdapat pada barang di toko. Tag pelacak binatang yang ditanam dibawah kulit helwan peliharaan atau spesies berbahaya tidak lebih dari bagian kecil dari isi pensil. Bahkan tag yang lebih kecil telah dikembangkan untuk digabungkan pada fiber pada satuan uang nasional.

Solusi teknikal optimal adalah penyimpanan data pada chip silicon. Alat penyimpanan data elektik yang paling umum dan digunakan setiap hari adalah kartu chip yang biasa digunakan pada telepon kartu dan kartu bank. Tetapi kontak mesin yang digunakan pada kartu chip sering tidak praktis. Pengiriman data ynag tanpa bersentuhan anatara alat pembawa data dan pembacanya membuat lebih fleksible. Pada kasus ideal, Tenaga yang diperlukan untuk data pembawa data dapat ditransfer dari pembaca menggunakan tekonologi tak bersentuhan.

RFID reader, yang bisa ditempatkan sebagai pengganti kunci di pintu rumah atau kendaraan, mengeluarkan gelombang radio dan menginduksi RFID tag. Gelombang induksi tersebut berisi password (kata kunci ) dan jika dikenali oleh RFID tag, memori RFID tag (ID chip) akan terbuka. Kemudian RFID tag akan mengirimkan kode yang terdapat di memori ID chip melalui antena yang terpasang di tag. RFID reader akan membandingkan kode yang diterima dengan kode kunci yang tersimpan di RFID reader. Jika sesuai, RFID reader akan membuka kunci pintu. Untuk menghindari usaha penggandaan dan pencurian kode kunci, RFID reader akan membuat kode kunci yang baru. Kode baru ini akan disimpan ke memori RFID reader dan dikirimkan ke RFID tag yang akan disimpan di memori ID chip.

Secara ringkas, mekanisme kerja yang terjadi dalam sebuah sistem RFID adalah bahwa sebuah reader frekuensi radio melakukan scanning terhadap data yang tersimpan dalam tag, kemudian mengirimkan informasi tersebut ke sebuah basis data yang menyimpan data yang terkandung dalam tag tersebut.

Tipe RFID

Ada banyak berbagai jenis operasi yang berbeda untuk sistem RFID. Gambar di bawah ini menyediakan sebuah survei singkat yang dikenal prinsip-prinsip operasi

Range Frekuensi RFID

Frequency ranges for RFID-Systems

frequency range

Comment

allowed fieldstrength / transmission power

< 135 kHz

low frequency, inductive coupling

72 dBµA/m max

3.155 … 3.400 MHz

EAS

13.5 dBµA/m

6.765 .. 6.795 MHz

medium frequency (ISM), inductive coupling

42 dBµA/m

7.400 .. 8.800 MHz

medium frequency, used for EAS (electronic article surveilance) only

9 dBµA/m

13.553 .. 13.567 MHz

medium frequency (13.56 MHz, ISM), inductive coupling, wide spread usage for contactless smartcards (ISO 14443, MIFARE, LEGIC, …), smartlabels (ISO 15693, Tag-It, I-Code, …) and item management (ISO 18000-3).

60(!) dBµA/m

26.957 .. 27.283 MHz

medium frequency (ISM), inductive coupling, special applications only

42 dBµA/m

433 MHz

UHF (ISM), backscatter coupling, rarely used for RFID

10 .. 100 mW

865 .. 868 MHz

UHF (RFID only), Listen before talk

100 mW ERP
Europe only

865.6 .. 867.6 MHz

UHF (RFID only), Listen before talk

2W ERP (=3.8W EIRP)
Europe only

865.6 .. 868 MHz

UHF (SRD), backscatter coupling, new frequency, systems under developement

500 mW ERP,
Europe only

902 .. 928 MHz

UHF (SRD), backscatter coupling, several systems

4 W EIRP – spread spectrum, USA/Canada only

2.400 .. 2.483 GHz

SHF (ISM), backscatter coupling, several systems,

4 W – spread spectrum, USA/Canada only

2.446 .. 2.454 GHz

SHF (RFID and AVI (automatic vehicle identification))

0.5 W EIRP outdoor
4 W EIRP, indoor

5.725 .. 5.875 GHz

SHF (ISM), backscatter coupling, rarely used for RFID

4 W USA/Canada,
500 mW Europe

Table: Frequecy ranges used for RFID-systems (August 2006)

5_RFID-frequencies

Picture: Frequency-ranges used for RFID-systems shown with the corresponding field strength and power levels.

Karena sistem RFID menghasilkan dan meradiasikan gelombang eletromagnetik, mereka dapat dikelompokan sebagau radio system. Fungsi radio lainnya yang memiliki radio frekuensi dapat menganggu atau mengimbangi operasi kerja system RFID. Sangatlah penting untuk memastikan bahwa sis RFID tidak mengganggu radio dan televisi di sekitar, jaringan radio patroli (polisi, layanan sekuriti, industry), angkatan laut dan jaringan radio pesawat udara dan telepon genggam.

Kebutuhan pelatihan berhubungan dengan layanan radio lainnya sangan dilarang pada ruang lingkip yang sesuai dengan frekuensi yang biasa digunakan oleh RFID. Oleh karena itu, biasanya penggunaan ruang lingkup frekuensi RFID digunakan hanya berkisar pada industri, penelitian atau peralatan medis atau peralatan jangka pendek. Frekuensi pada tabel di atas merupakan ruang lingkup frekuensi yang biasa dipake pada industri, penelitian dan medis di seluruh dunia dan dapat digunaka paada palikasi RFID

Kasifikasi RFID Tag

Setelah dikembangaan sedemikian rupa Tag RFID dapat diklasifikasikan menjadi 3 golongan yaitu:

1. Pasif

RFD pasif memiliki sumber tenaga internal. Energi listrik yang terpadat di antena berasal dari signal radio frekuensi yang cukup untuk memberikan tenaga pada sirkuit integrasi CMOS di dalam tag dan mentransmit respon.

2. Aktif

RFID Aktif memiliki sumber tenaga internal dimana digunakan untuk tenaga sirkuit berintegrasi dan memberikan sinyal ke reader. Tag Aktif biasanya lebih dapat diandalkan terutama karena kemampuan tag aktif untuk melakukan hubungan langsung dengan reader. Karena memiliki sumber tenaga sendiri, maka dapat menghasilkan tranmisi hingga ke tingkat yang lebih tinggi dan dapat menjadi lebih efektif dalam lingkungan yang sulit dijangkau seperti air, logam dan jarak yang lebih jauh. Biasanya tag aktif dapat menjangkau ratusan meter dan dapat bertahan hingga 10 tahun.

3. Semi Pasif

Tag Semi Passive hampir sama dengan tag aktif dalam hal memiliki sumber tenaga tetapi baterai yang digunakan hanya untuk memberikan tenaga pada microchip dan tidak mengeluarkan sinyal. Tenaga RF direfleksikan kembali ke reader seperti tag pasif.

Perbandingan dengan Barcode

Sebuah barcode adalah suatu kumpulan data optik yang dibaca mesin. Sebenarnya, kode batang ini mengumpulkan data dalam lebar (garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik, heksagon dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut kode matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga disebut sebagai kode batang.

Penggunaan awal kode batang adalah untuk mengotomatiskan sistem pemeriksaan di swalayan, tugas dimana mereka semua menjadi universal saat ini. Penggunaannya telah menyebar ke berbagai kegunaan lain juga, tugas yang secara umum disebut sebagai Auto ID Data Capture (AIDC). Sistem terbaru.

Kode batang dapat dibaca oleh pemindai optik yang disebut pembaca kode batang atau dipindai dari sebuah gambar oleh perangkat lunak khusus. Di Jepang, kebanyakan telepon genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk kode 2D, dan perangkat sejenis tersedia melalui platform smartphone.

RFID merupakan sebuah pengembangan dari sistem barcode yang sudah ada. Karena dirasakan barcode kurang memnuhi kebutuhan yang ada, maka RFID dikembangkan sedemikiakan rupa dengan harga yang relatif murah dan dapat menyaingi kode barcode. Dibawah ini merupakan tabel perbandingan antara Barcode dengan RFID.

Mengurangi privasi

Terkait dengan pemasangan RFID tag ke dalam tubuh manusia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, mengenai tingkat keamanan RFID tag dalam tubuh manusia. RFID tag memiliki lapisan pelindung yang terdiri dari kombinasi plastik dan kaca jenis khusus. Umumnya, lapisan pelindung RFID tag ini memiliki tingkat kekuatan yang tinggi. Sebelum memasang ke dalam telapak tangannya, Amal menguji coba kekuatan pelindung RFID tag tersebut. Ternyata, kekuatan yang dibutuhkan merusak lapisan pelindung RFID tag sebanding dengan kekuatan untuk mematahkan telapak tangannya.

Kedua, terkait dengan keamanan transfer data antara RFID tag dan RFID reader. Masalah yang lazim dihadapi oleh peralatan elektronik sejenis adalah usaha-usaha pencurian kode atau identitas dari peralatan tersebut. Beberapa penelitian menyatakan, mereka telah berhasil menyadap kode-kode yang ditransmisikan antara RFID tag dan RFID reader melalui gelombang radio. Kekurangan ini dapat diatasi dengan membuat enkripsi untuk transmisi data antara keduanya yang cukup sulit untuk dipecahkan oleh orang lain. Sebenarnya, penyadapan bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Untuk menyadap kode-kode yang ada di RFID tag maupun RFID reader, si penyadap harus berada sedekat mungkin dengan RFID tag. Karena transmisi data harus dilakukan dalam jarak antara 5 – 10 cm.

Ketiga, terkait dengan efek bagi sosial. Penggunaan peralatan elektronik yang baru selalu membawa pro-kontra di masyarakat. Sama halnya dengan Amal, yang mendapat beragam tanggapan. Dari pujian dan kekaguman sampai cemoohan. Karena ada kekhawatiran, penggunaan RFID tag dalam tubuh akan mengurangi privasi pengguna. RFID tag akan memudahkan seseorang mengetahui posisi pengguna RFID tag tersebut.

Warehouse Management

Sebuah sistem manajemen gudang, atau WMS, merupakan bagian dari kunci rantai dan terutama bertujuan untuk mengontrol pergerakan dan penyimpanan bahan baku di dalam gudang dan proses transaksi yang terkait, termasuk pengiriman, penerimaan, dan memilih putaway. Sistem juga langsung dan mengoptimalkan stok putaway berdasarkan informasi real-time tentang status bin pemanfaatan.

Sistem manajemen gudang sering memanfaatkan Auto ID Data Capture (AIDC) teknologi, seperti barcode Scanners, ponsel komputer, LAN nirkabel dan berpotensi identifikasi frekuensi radio (RFID) efisien untuk memantau arus produk. Setelah data yang dikumpulkan, baik yang ada sinkronisasi dengan batch, atau real-time transmisi nirkabel ke sebuah pusat data. The database can then provide useful reports about the status of goods in the warehouse. Database kemudian dapat berguna memberikan laporan tentang status barang di gudang.

Tujuan dari suatu sistem manajemen gudang adalah menyediakan satu set komputer untuk menangani prosedur penerimaan stok dan kembali ke dalam gudang fasilitas, model dan mengelola logis keterwakilan fisik fasilitas penyimpanan (misalnya racking dll), mengelola stok di fasilitas yang mudah dan memungkinkan link ke urutan pemrosesan logistik dan manajemen untuk memilih, kemasan produk dan kapal dari fasilitas.

Gudang sistem manajemen dapat berdiri sendiri, sistem atau modul dari sebuah ERP system atau rantai pelaksanaan suite.

Tujuan utama dari WMS adalah untuk mengontrol pergerakan dan penyimpanan bahan baku di gudang – Anda mungkin bahkan menjelaskan sebagai kaki pada akhir-of-baris yang automates toko, manajemen lalu lintas dan biaya pengiriman.

Dalam bentuk sederhana, yang dapat WMS data melacak produk selama proses produksi dan bertindak sebagai juru bahasa dan pesan yang ada penyangga antara sistem ERP dan WMS. Manajemen gudang bukan hanya mengatur dengan batas-batas dari gudang ini, ia jauh lebih luas dan berjalan di luar batas-batas fisik. Management inventori, perencanaan inventarisasi, manajemen biaya, IT & aplikasi teknologi komunikasi yang akan digunakan adalah semua yang terkait dengan manajemen gudang. Kontainer penyimpanan, bongkar muat juga dilindungi oleh today. Warehouse manajemen pengelolaan gudang hari ini adalah bagian dari SCM dan permintaan manajemen. Bahkan produksi manajemen ke taraf yang besar bergantung pada manajemen gudang. Efisien gudang managemnt memberikan bermata ke rantai distribusi perusahaan ritel. Manajemen gudang tidak hanya dimulai dengan penerimaan bahan tetapi sebenarnya dimulai dengan perencanaan awal sebenarnya ketika kontainer yang dibuat untuk desain produk. Desain gudang dan proses desain dalam gudang juga bagian dari gudang managememt. Gudang merupakan bagian dari manajemen Logistik dan SCM.

Manajemen Gudang memonitor perkembangan produk melalui gudang. It involves the physical warehouse infrastructure, tracking systems, and communication between product stations. Ia melibatkan gudang prasarana fisik, sistem pelacakan, produk dan komunikasi antara stasiun.

Manajemen Gudang berkaitan dengan penerimaan, penyimpanan dan pergerakan barang, biasanya barang selesai, intermediate ke lokasi penyimpanan atau akhir ke pelanggan. Dalam multi-echelon model untuk distribusi, ada tingkat gudang, dimulai dengan Balai Gudang (s), gudang daerah layanan oleh pusat dan gudang gudang eceran di ketiga tingkat pelayanan regional gudang dan sebagainya. Tujuan dari manajemen pergudangan adalah untuk membantu biaya yang optimal dalam waktu demi pemenuhan oleh pengelolaan sumber daya ekonomi. Manajemen gudang = Manajemen penyimpanan produk dan layanan yang diberikan pada produk-produk di dalam gudang.

Gambar diatas merupakan siklus hidup dari sebuah manajemen pergudangan. Setiap barang yang keluar dan masuk, semua barang harus diperiksa dan di data lebih lanjut sebelum dimasukkan ke dalam gudang. Hasil pendataan barang kemudia dimasukkan ke dalam sistem untuk diolah lebih lanjut. Terkadan, pendataan barang membutuhkan waktu yang sangat panjang dikarenakan barang yang banyak. Sehingga, manajemen gudang menjadi tidak teratur dan dan tidak akurat.

RFID in Warehouse Management

RFID dapat digunaakan pada operasi manajemen inventori termasuk. Penerimaan, penempatan, pemilihan dan proses pengiriman. RFID memiliki nilai potensial yang tinggi ketika aplikasi dapat membaca kekurangan dalam proses bisnis. Dengan menggunakan RFID, barang dapat dimonitor dan diidentifikasikan di tempat pemrosesan dimana bentuk lainnya tidak dapat melakukannya karena keterbatasan. Faktor membaca nomor serial yang inil dan aman pada tag oleh RFID membuat Manajemen dalam invetodri an rantai pengadaan barang menjadi lebih mudah untuk dilakukan.

Penerimaan

Telah terbukti dengan penggunaan RFID, menurangi jumlah pekerja. Hanya diperlukan beberapa pengendara mobil besar yang dibutuhan dengan menggunakan tag RFID pada barang yang akan keluar dan diterima oleh supplier. Palet dan kotak sercara otomatis sudah dipasang dengan Tag RFID yang sudah ditetapkan lokasinya agar mudah diidentifikasikan oleh RFID reader pada pintu dock atau pada forklift. Data yang palet dimasukkan ke dalam manajemen gudang dan diperbaharui databse.

Peletakan

RFID dapat meningkatkan ketepatan penempatan dengan otomasisasi pengumpulan barang dengan lokasi penempatan actual dengan tanpa pengisian data operator atau barcode diperlukan. Ketika kotak atau palet diletakkan pada gudang, RFID pada palet akan menginput data lokasi kode dari tag lokasi dan identitas kotak atau palet sehingga menghemat wkatu operasi, pencarian dan scan barcode dan mengurangi kesalahan mengisi kode lokasi.

Keamanan/Dokumentasi

Prisnsip pembacaan lokasi penempatan otomatis dapat dimodifikasi oleh monitor lokasi. Aplikasi ini membutuhkan pembaca lokasi yang tetap untuk memonitor lokasi spesifik seperti portal atau area penyimpanan yang sudah ditunjuk. Palikasi ini dapat menjadi sangat berguna dalam hal kemamanan, pengadaan barang atau dokumenatasi keluar masuk barang, Sebagai contoh, RFID reade dapat memberikan dokumentasi terhadap barang yang diambil dari dalam gudang. Oleh karena itu, kemungkinan untuk mencuri menjadi kecil dan mudah untuk diketahui.

Pemilihan

Sama seperti penempatan, RFID membuat buketi kesalahan pada proses pemilihan. Barang yang diperlukan sudah direkam oleh RFID reader pada forklift dan RFID memberikan lokasi dimana barang tersebut berada dan dengan langsung mengambil barangnya seusai order dan di scan oleh RFID reader. Data tersebut kemudian dikonfirmasi ulang agar tidak terjadi keasalahan. Kebanyakan tag RFID berisikan nama barang, dan jumlah quantity agar dapat memudahkan dalam perhitungan stock barang.

Pengiriman

RFID dapat memvalidari palet dan meningkatkan akurasi pengiriman jika sebagai bagian dari proses pemilihan. Tag RFID pada palet dapat diidentifikasikan baik pada reader portal ataupun pada mobil. Manajemen pergudangan dapat mencocokan data dengan kebutuhan konsumen sehingga dapat mencegah kehilangan dan memberikan informasi untuk data pengiriman.

Gambar diatas merupakan lokasi1 dimana RFID ditempatkan agar dapat menunjang Manajemen pergudangan.

Kesimpulan
Dari analisa diatas, RFID sangatlah berguna dan dapat membantu proses managemen pergudangan dimulai dari saat penerimaan, penyimpanan, pemilihan hingga pengiriman. Dengan penggunaan RFID dapat mengurangi waktu dan tenaga kerja sehingga dapat meningkatkan profit dan kinerja perusahaan

Daftar Pustaka

http://www.hk-rfid.com/home/warehouse_management.php

http://www.privcom.gc.ca/fs-fi/02_05_d_28_e.asp

http://www.dudung.net/teknologi-informasi/rfid-sebagai-peranti-pengenal-identitas.html

http://www.rfidjournal.comarticle/view/1339/2

http://www.webopedia.com/DidYouKnow/Computer_Science/2005/rfid.asp

http://www.kimaldi.com/kimaldi_eng/area_de_conocimiento/rfid/el_sistema_rfid

http://rfid-handbook.de/rfid/types_of_rfid.html

http://upcomingrfid.blogspot.com/2007/08/rfid-background.html

ANALISA DAN PERANCANGANG APLIKASI CRM PADA NISSAN MOTOR INDONESIA

June 19th, 2009 by pleaky

Abstrak

Dengan perkembangan Teknologi yang sangat cepat dewasa ini, Proses bisnis pun harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut. Internet sebagai contohnya. Sebagian besar perusahaan sudah menggunakan internet untuk menunjang proses bisnisnya.

CRM Merupakan suatu sistem yang dikembangkan sedemikian rupa untuk menunjang perusahaan untuk mempererat hubungan dengan para calon konsumen dan konsumen yang sudah ada. Dengan pengembangan CRM yang lebih baik lagi dapat menunjang aliran informasi tentang data pelanggan sehingga perusahaan dapat melayani para konsumen lebih baik lagi.

Pendahuluan

Latar Belakang

Menghadapi dunia perdagangan global, bisnis yang kecil pun harus bertahan melawan drarasnya arus perdagangan dunia. Mereka harus berusaha untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan dengan para pelanggan yang bersifat pribadi dan tulus berdasarkan kepribadian, kebutuhan dan harapan dari setiap pelanggan yang unik. Setiap Pelanggan memegang peranan yang sangat penting di dalam proses bisnis ini. Bila perusahaan yang tidak dapat mempertahankan pelanggan maka akan mengalami penurunan bahkan dapat berakibat bangkrut.

Hubungan dengan pelanggan tidak selesai pada selesainya proses transaksi saja. Hubungan dengan pelanggan harus terus dijaga sehingga mereka dapat membeli produk barang dan jasa perusahaan dan menjadi pelanggan yang setia. Perusahaan akan membutuhkan biaya mencapai 3 sampai 5 kali lipat untuk mendapatkan pelanggan baru dibandingkan biaya untuk mempertahankan pelanggan lama yang sudah setia

Perusahaan yang baik harus merubah diri atau image perusahaan dari product driven company menjadi customer driven company dimana semua kegiatan berpusat pada memberikan nilai tambah kepada pelanggan sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Perusahaan yang memiliki image sebagai product driven company hanya berfokus pada penjualan produk kepada pelanggan semata.

Perusahaan harus memiliki keunggulan kompetitif yang dapat diandalkan sehungga pelanggan akan selalu setia untuk menggunkan produk barang dan jasa perusahaan. Dengan ketatnya persaingan dengan perusahaan pesaing, maka perusahaan harus dapat mempertahankan pelanggannya agar tidak lari ke perusahaan pesaing.

Untuk mengatasi masalah mempertahankan pelanggan setia selain mempertahankan kualitas dan membuat inovasi baru, dibutuhkan pula sistem yang dapat menunjang hubungan dengan pelanggan dan calon pelanggan seiring dengan perkembangan teknologi yang ada.

Identifikasi Masalah

Dalan pengembangan aplikasi terdapat berbagai masalah yang harus diperbaiki untuk menunjang perusahaan, antara lain:

· Keinginan memberikan layanan lebih kepada pelanggan.

· Sistem lama yang dipakai untuk menangani pelanggan tak bisa lagi menopang. Padahal, jumlah pelanggan terus meningkat, yang saat ini mencapai hampir 44 ribu pelanggan di 42 cabang

· Data belum terintegrasi.

· Masing-masing bagian seperti berdiri sendiri dengan software yang bersifat tailor-made.

· Informasi data kurang akurat,

· Pemrosesannya lamban,

· Penggunaan sumber daya kurang efisien.

Ruang lingkup

Adapun batasan masalah dalam penulisan pembuatan aplikasi ini adalah

· Penyediaan informasi yang berguna bari pelanggan

· Kemudahan untuk menyebarkan informasi internal dengaxn cepat

· Memberikan pelayanan yang terbaik

Tujuan dan Manfaat

Adapun tujuan dari penulisan ini, yaitu:

· Menganalisa masalah dan kelemahan yang dihadapi oleh perusahaan dalam melayani pelanggan

· Menghasilkan sistem yang dapat membantu perusahaan dalam melayani pelanggan lebih baik lagi

Adapun Manfaat dari penulisan ini adalah:

· Membantu perusahaan untuk menjaga dan meningkatkan hubungan dengan pelanggan dengan baik

· Membantu perusahaan untuk menawarkan operasi dan penawaran kepada pelanggan

Konsumen

Seorang konsumen dapat disebut juga dengan client atau pembeli biasanya ditujukan kepada pengguna yang berpotensial atau saat ini terhadap suatu barang dan jasa dari individu atau organisasi yang biasanya disebut juga dengan supplier atau penjual. Biasanya melalui tahap pembelian atau penyewaan barang dan jasa.

Kata konsumen berasal dari bahsa inggris dan berasal dari kata “custom” yang berarti kebiasaan. Seorang konsumen adalah seseorang yang membeli secara berkala, seseorang yang memliki kebiasaan untuk membeli barang pada toko tertentu dan dengan penjaga toko yang menjaga hubungan untuk menjaga kebiasaan yang memungkinkan untuk membeli di masa depan.

Slogan “konsumen adalah raja” atau “konsumen adalah dewa” atau ‘konsumen selalu benar” mengindikasikan pentingnya konsumen dalam bisnis.

Konsumen biasanya digeneralisasi dalam layanan “customer service” dan tidak memiliki nilai komersial yang berarti ada lama area non-profit. Untuk mengatasi persepktif yang tidak diperlukan, Beberapa area seperti layanan pemerintah, layanan masyarakat dan edukasi, kata konsumen sering kali diganti dengan ‘konstituen” atau “stakeholder“ untuk mengarahkan pada kata konsumen yang mengimplikasikan hubungan komersial yang pendek yang melingkupi pembelian produk dan jasa. Beberapa manajer dalam dalam lingkungan sering kali menggunakan kata konsumen dalam kayanan konsumen untuk konsumen internal dan eksternal di mana dipusatkan dalam membantu orang yang sedang dihadapi daripada penjualan komersial.

Customer Relationship

Berrelasi dengan konsumen merupakan pusar dari setiap bisnis dimana konsumenlah yang yang membuat perusahaan tetap dapat bertahan dan membayar gaji karyawan. Sering kali konsumen menyusahkan bagi perusahaan. Oleh karena itu, Loyalitas dan dan kepercayaan konsumen harus terbangun dengan baik agar dapat terjalin dengan baik sehingga proses transaksi dapat berjalan dengan baik dan kontinuitas.

Customer Relationship Management (CRM)

CRM juga dapat disebut dengan Marketing hubungan atau manejemn konsumen , sebuah kata dalam industri teknologi informasi untuk metodologi, strategi, perangkat lunak dan aplikasi berdasarkan web lainnya yang digunakan untuk dapat membantuk sebuah perusahaan untuk mengatur hubungan dengan konsumen. Tujuan dari CRM adalah unutk membantu organisasi dalam pemelamana yanng lebih baik dengan konsumen terhadap perusahaan, dalam mengembangkan komunikasi yang efisiensi dan efektif. CRM menangkap, menganalisa dan mengdistribusikan semua data yang relevan dari konsumen dan prospek inteaksi ke pada semua orang di dalam organisasi. Distribusi infoermasi membantu organisasi menjadi lebih baik dalam hal bertemu konsumen, produk dan kebutuhan jasa.

Untuk perusahaan besar, pasti dibutuhkan aplikasi pengelolaan database (DBMS = DataBase Management System), bisa dengan MS SQL, Oracle, MySQL, IBM DB2 dll. Semua kegiatan yang dilakukan dengan customer akan disimpan secara lengkap, sehingga kalau dibutuhkan akan mudah diakses. Diatas itu akan bisa dibangun aplikasi yang sesuai business logic dari CRM tiap perusahaan. Kebutuhan di perbankan akan berbeda di industri telekomunikasi, begitu juga di retail, hospitality dll. Beberapa vendor besar sudah menyediakan solusi CRM, seperti PeopleSoft, Siebel dll, walaupun akhir2 ini ada trend dimana perusahaan tidak harus implementasi CRM tapi bisa menyewanya. Sering disebut CRM On-Demand,misal solusi yg ditawarkan Salesforce.com (http://salesforce.com). Sehingga perusahaan bisa lebih fokus ke bagaimana cara pemanfaatannya bukan ke pengembangan dan implementasinya.

CRM menggantikan teknik marketing tradisional yang berfokus pada kunci elemen marketing mix seperti produk, harga, promosi dan tempat. Dengan dasar yang terlalu banyak fungsi, teknik marketing tradisional melupakan konsumen dalam hal proses pasca penjualan dan gagal dalam memenuhi kebutuhan konsumen. CRM memfokuskan kepada perhatian konsumen melebihi akusisi konsemen dan terkenal sebagai alat yang paling membantu dalam kesuksesan perusahaan dalam duni bisnis yang yang sangat kompetitif.

Gambar1 Faktor dalam CRM (http6, 2009)

Terdapat 3 area pentng yang berfokus pada kepuasan konsumen, yakni: sales, marketing dan pelayanan. Fungsi diantara ketiga bidang sangatlah penting dalam keberhasilan menghubungkan kantor depan dan kantor belakang perusahaan untuk memfasilitasi koordinasi perusahaan secara efektif. Kekuatas sales yang profesional dapat pemprediksi dan mengajukan analisa informasi waktu sekarang dan mendistribusikan informasi ini kepada perusahaan dan partner bisnis. Marketing merngkonsentrasikan diri pada personaliasi keinginan konsumen dan menawarkan interaksi antara web, e-mail dan media komunikasi lainnya. Area ini dikembangkan lebih jauh dengan bantukan CRM automation.


Menurut hugo Soto Vargas, Menjaga hubungan baik dengan klien adalah cara untuk meningkatkan penjualan. Solusi CRM dari Columbus IT akan memberikan jalan keluar yang menguntungkan dalam hal hubungan tersebut.

Tujuan CRM

Menurut Kalakota, CRM memiliki beberapa tujuan seperti:

  • Menggunakan hubungan yang sudah ada untuk menambah pendapatan. Perusahaan memandang pelanggan secara luas untuk memaksimalkan hubungan di antara mereka sehingga dapat meningkatakn profitabilitas perusahaan dengan mengidentifikasi, menarik dan mempertahankan pelanggan yang berpotensial.
  • Menggunakan informasi yang sudah terintegrasi untuk mendapatkan pelanggan yang terbaik. Dengan menggunakan informasi pelanggan untuk memberikan pelayanan yang terbaik utnuk memenuhi kebutuhannya sehingga pelanggan tidak merasa diacuhkan dan memiliki informasi sehingga menghemat waktu.
  • Memperkenalkan saluran proses dan prosedur yang konsisten dan dapat di tiru. Dengan perkembangan teknologi saluran komunikasi bagi pelanggan, memungkinkan banyak karyawan yang dapat terlibat dalam transaksi penjualan sehingga perusahaan harus mencakup kosistensi proses dan prosedural .

Manfaat CRM

Selain tujuan CRM sudah dijabarkan, adapula manfaat yang bisa didapat dari CRm, seperti:

  • Membantu perusahaan/ organisasi sehingga memungkinkan bagian pemasaran untuk mengidentifikasi secara tepat pelanggan / relasi mereka, mengatur bagian marketing dengan tujuan dan sasaran secara jelas serta meningkatkan kualitas bagian marketing.
  • Membantu perusahaan / organisasi untuk meningkatkan kinerja dengan mengoptimalkan pembagian informasi oleh beberapa karyawan dan mempersingkat proses yang ada.
  • Memungkinkan bentuk hubungan interpersonal dengan pelanggan dan relasi dengan tujuan meningkatkan keupasan pealnggan dan relasi serta memaksimalkan keuntunga;n yang didapat, mengidentifikasi pelanggan/ relasi yang berpotensial dan memberikan service yang memuaskan.
  • Memberikan informasi kepada pegawai lainnya untuk mengetahui secara pasti pelanggan dan relasi mereka, mengetahui kebutuhan dan membangun hubungan yang efektif antar perusahaan, pelanggan, dan partner pendukung lainnya.

Perspektif CRM
CRM dapat dilihat dari 3 perspektif yaitu:

1. Perspektif Teknologi Informasi.

Dari perspektif teknologi, perusahaan sering membeli perangkat lunak yang dapat membantu mencapai tujuan bisnisnya. Untuk beberapa perusahaan, CRM lebih dari sebiah pake perangkat lunak yang baru, perubahan nama dari layanan konsumen tradisonal atau sistem manajemen konsumen yang berasarkan IT untuk membantu orang sales. Tetapi IT psangat penting dalam mendukung CRM dan berkolaborasi dengan berbagai perangkat teknologi modern lainnya untuk menhasikan kecepatam, kemudahan untuk digunakan, tenaga, memori dan lainnya.

2.Perspektif CLC (Customer Life Cycle)

Siklus hidup konsumen memiliki kesamaan dengan siklus hidup produk. Tetapi CLC berfokus pada pembantukan dan pengiriman nilai seumut hidup kepada konsumen, sebagai contoh melihat produk atau jasa yang konsumen butuhkan selama hidupnya. CRM berorientasi pada marketing dbandingkan dengan produk. Pada dasarnya CLC merupakan ringkasan dari tingkatan kunci dalam relasi konsumen dengan organisasi.

3.Perspektif Bisnis Strategi

Diagram dibawah ini mwenunjukkan hubungan antara CRM dan strategi bisnis. Model ini berisi 3 fase: akusisi konsumen, mempertahankan konsumen dan memperpanjang konsumen dan 3 faktor kontektual: orientasi muarketing, pembeltukan nilai dan inovasi IT.

Gaambar 2 CRM dalam Perspektif Proses Bisnis (http6, 2009]

CRM dapat didefinisikan sebagai Pembentukan, pengembangan, pemeliharaan dana pengoptimisasi hubungan jangka panjang yang berharga antara konsumen dan organisasi.

Pertama kali klien menghubungi anda, hubungan sudah terjalin. Setiap kali staf berbicara dengan klien di perusahaan anda, mereka seharusnya mengetahui latar belakang dari hubungan tersebut.

Hal tersebut diatas merupakan semua tentang Customer Relationship Management (CRM). CRM merupakan strategi bisnis dimana anda memberi perhatian pada klien sehingga hubungan anda akan abadi dengan mereka. Dengan memperlakukan setiap pertemuan sebagai bagian dari hubungan yang intens, anda akan mengokohkan kesetiaan klien anda, juga anda dapat memantau setiap aktifitas, keinginan dan pembelian mereka pada waktu yang sama.

Untuk kinerja yang baik, strategi ini juga didukung oleh sistem CRM yang tangguh. Staff anda perlu akses segera pada setiap interaksi klien yang ada pada perusahaan anda. Penjualan dan dukungan management yang kuat pada setiap klien akan memberikan hubungan yang menguntungkan

Siklus Hidup CRM

Menurut Kalakota dan Robinson (1999, p133), terdapat 3 fase dalam siklus hidup CRM yaitu:

· Mengakuisisi pelanggan baru

Merupakan strategi untuk menarik pelanggan baru melalui promosi terhadap produk barang dan jasa. Tujuan utama dari fase ini adalah membangun basis awal yang kuat bagi pelanggan yang setia kepada produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan. Tidak akan ada fase selanjutnya bila fasi ini gagal dan tidak memberikan basis yang kuat dalam pemikiran pelanggan

· Menambahkan nilai tambah pada pelanggan yang sudah ada

Nilai tambah yang diberikan dapat berupa penawaran produk atau jasa dengan kualitas yang baik. Menjaga dan meningkatkan kepuasan pelanggan pada fase ini menjadi sangat krusial karena pada fase ini pelanggan sedang menggunakan semua yang menjadi produk barang dan jasa dari perusahaan tersebut. Fase ini merupakan tindak lanjut penting dari fase pertama, dengan memberikan pelayanan yang memuaskan pada saat pelanggan berinteraksi dengan perusahaan. Hal ini meningkatkan perusahaan dengan mengurangi biaya akuisisi pelanggan baru.

· mempertahankan pelanggan

Merupakan sebuah strategi untuk mempetahankan pelanggan untuk tetap setia menggunakan produk barang dan jasa perusahaan serta membawa relasi pleanggan untuk ikut serta untuk mencoba produk barang dan jasa perusahaan tersebut. Mempertahankan pelanggan lebih dipusatkan pada kemampuan untuk beradaptasi dengan pelayanan unutk memenuhi kebutuhan pelanggan bukan kebutuhan pasar.

Jenis CRM

Ada 3 jenis CRM yang dapat dikategorikan dalam menunjang nintegrasi proses bisnis

  1. Operational CRM

Merupakan proses bisnes yang sudah terintegrasi yang meliputi customer touch point, channels dan front back office integration. Tujuan utamanya adalah memberikan pengalaman kepada konsumen yang memberikan nilai tampabh kepada pelanggan sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan berkelanjutan sehingga memberikan suatu loyalitas yang diberikan oleh pelanggan.

Aplikasi operational CRM dapat dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

    • Customer Touching System

Pelanggan dapat berinteraksi dengan aplikasi perusahaan.

    • Customer facing System

Pelanggan dapat berinteraksi langsung dengan perusahaan. Contoh aplikasi yang digunakanoleh staf layanan informasi.

  1. Analytical CRM

Analisa data yang dihasilkan dari operasional CRM yang meliputi aplikasi data mining. Fokusnya ada lah marketing manajer dalam hal cara mengelola pelanggan.

  1. Collaborative CRM

Aplikasi campuran yang mencakup email, pengumuman personali, e-communities dan sejenisnya yang dirancang untuk interaksi antara pelanggan dan organisasi. Tujuannya adalah menyeemangati dan menyebarkan loyalitas pelanggan ke pelanggan lain yang berbeda level kesetiaannya. Pada CRM ini, perlu disadari bahwa pelanggan yang setia dapat menjadi “magnet” bagi pelanggan lainnya.

Proses CRM

Menurut Judy Strauss (2001, p287), Proses CRm dapat dibagi menjadi beberapa proses yaitu:

  • Mengidentifikasi pelanggan

Informasi adalah penggerak CRM. Perusahaan mendapatkan informasi mengenai individual customer dari berbagai sumber seperti force, customer service encounter, bar code scanner dan website. Semakin banyak informasi yang dimiliki peruasahaan semakin baik nilai yang bisa disediakan bagi customer dan calon customer dalm hal kweakuratan, ketepatan waktu dan dapat memberikan penawaran yang masuk akal.

  • Membedakan pelanggan

Pelanggan memiliki perbedaan kebutuhan. Internet memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan informasi untuk mengidentifkasi berbagai kesamaan maupun perbedaan individu dan kelompok, kemudian menggunakannya untuk meningkatkan keuntungan.

  • Menyesuaikan pelanggan

Bila perusahaan telah mengidentifikasi dan membedakan pelanggan berdasarkan karakter, kelakuan dan kebutuhan, perusahaan dapat menyesuaikan penawaran terhadap berbagai segmen atau individu. Interaksi dengan konsumen adalah sesuatu yang memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi dan membedakan serta mengevaluasi keefektifan hasi; penyesuaian marketing.

Element CRM

Ada beberapa elemen yang membangun CRM antara lain:

  • Aturan Bisnis

Hal ini bergantung pada akompleksitas transaksi, aturan-aturan bisnis harus dibuat untuk memastikan bahwa tr ansaksi dengan pelanggan dilakukan dengan efisien. Misalnya pelanggan dengan pembelian besar harus dilayani oleh staf penjualan senior dan berpengalaman.

  • Data Warehouse

Konsolidasi informasi tentang data pelanggan yang harus dilakukan dalam suatu sustem yang yang terpadu. Hasil analisa harus mampu menampilkan pentunjuk-petunjuk tertentu tentang pelanggan sehingga staf penjualan dan marketing mampu melakukan kampanye yang berfokus pada suatu group pelanggan tertentu. Kemudian gudang data ini juga harus mampu menaikkan volume penjualan secara cross selling atau up selling.

  • Situs Web

CRM harus memiliki kemampuan swalayan danaplikasi web dapat mendukung fasilitas tersebut. Pelanggand apat melakukan transaksi sendiri dan mengetahui sendiri besarnya tagihan dan sebagainya

  • Reporting

CRM harus mampu menghasilkan laporan yang akurat dan koheran, sehingga berguna unutk menganalisa kelakuan pelanggan di masa depan.

  • Helpdesk

Teknologi yang mampu mengintegrasi informasi pelanggan ke meja bantu yang akan menunjukkan ke pelanggan keseriusan pelanggan

Profil Nissan

Gambar 3 logo Nissan (http12, 2009)

Visi :
Nissan : Memperkaya kehidupan setiap individu.

Misi :
Nissan menyediakan produk dan jasa otomotif secara unik dan inovatif yang menghasilkan nilai keberhasilan yang tinggi bagi semua pengguna kendaraan dengan aliansinya bersama Renaults.

Guiding Principles
S U C C E S S
S : Seeking Profitable Growth
U : Unique and Innovative: “Bold and Thoughtful”
C : Customer-Focused and Environment Friendly
C : Cross Functional and Global
E : Earnings and Profit Driven
S : Speed
S : Stretch

SHIFT_the way you move
Nissan kini menggunakan slogan “SHIFT_the way you move” yang penggunaannya diseragamkan secara global.

SHIFT_ merupakan semangat Nissan dalam mengubah pakem atau nilai-nilai tradisional untuk menciptakan dan menawarkan serangkaian nilai-nilai baru. Slogan ini mengomunikasikan pemikiran kami yang berupaya kuat untuk terus menyediakan pengalaman-pengalaman menyenangkan dan kemungkinan-kemungkinan baru di kehidupan sehari-hari, meskipun dunia dan sarana transportasi juga terus berubah.


“SHIFT_ the way you move” juga mengekspresikan aspirasi Nissan untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap kendaraan, bukan lagi alat transportasi semata tapi lebih ke pengalaman emosional.

Nissan sudah menggunakan konsep SHIFT_ secara global sejak 2001, namun penggunaan kata-kata setelah SHIFT_ bervariasi sesuai negara dan produk.

Nissan GT 2012
Nissan Motor Indonesia sebagai bagian dari Nissan Global pun turut berpartisipasi dalam melaksanakan program GT 2012. GT 2012 jadi acuan untuk terus mengembangkan jaringan dealer di seluruh Indonesia, memroduksi kendaraan-kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan fokus kepada kualitas produk. Tidak terbatas hanya itu peningkatan kualitas juga kami lakukan dalam hal pelayanan, merek dan manajemen.

Nissan GT 2012 terdiri dari tiga komitmen perusahaan dan lima terobosan bisnis. Ketiga komitmen itu adalah:
1. Quality leadership (terdepan dalam hal kualitas): Tidak hanya fokus meningkatkan kualitas produk, tapi Nissan juga meneruskan dan mengakselerasikan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.
2. Zer0-emission leadership: Nissan akan meluncurkan kendaraan elektrik di Amerika Serikat dan Jepang pada 2010, lalu memasarkan secara massal ke seluruh dunia pada 2012.
3. Pertumbuhan keuntungan rata-rata sebesar lima persen dalam lima tahun (FY2008 ke FY2012): Pertumbuhan ini didukung rencana peluncuran 60 model baru sepanjang lima tahun mendatang dan lebih dari 15 teknologi baru setiap tahunnya mulai 2009.

Ketiga komitmen dari Nissan GT 2012 itu akan didukung dengan lima terobosan bisnis:
· Terdepan dalam hal kualitas
· Terdepan dalam hal kendaraan emisi nol
· Ekspansi bisnis: Infiniti, Light Commercial Vehicles dan mobil murah
· Ekspansi pasar: India, Timur Tengah, Brasil, Rusia dan Cina
· Terdepan dalam hal biaya

Nissan GT 2012 merefleksikan tekad perusahaan untuk mewujudkan pengembangan masyarakat yang bergerak secara berkesinambungan. Saat ini sangat didambakan adanya keseimbangan antara pasar dunia yang berpotensi tumbuh dan kebutuhan akan planet bumi yang lebih bersih. Nissan yakin dengan ketersediaan kendaraan massal tanpa emisi yang terjangkau merupakan terobosan paling signifikan dari industri otomotif. Bersama Renault, Nissan bertekad untuk menjadi yang terdepan.

Nissan pertama kali masuk secara resmi ke Indonesia tahun 1969 dengan nama Datsun melalui agen tunggalnya, PT Indokaya.

Pada paruh kedua 1990-an, keagenan Nissan di Indonesia berada di bawah Grup Indomobil. Saat ini Nissan memiliki beberapa varian merek, seperti: Teana, Terrano, Serena, Latio, X-Trail, Grand Livina, dan Frontier Navara.

Secara nasional, Nissan memiliki 42 dealer. Sekitar 33 dealer di antaranya telah menggunakan Retail Visual Identity (RVI) sesuai dengan standar RVI Nissan Jepang. Pada 2008, ditargetkan bisa mencapai 48 dealer.

Organisasi:

PT Nissan Motor Indonesia merupakan salah satu anak usaha di bawah Grup Indomobil.

Implementasi CRM pada Nissan Motor Indonesia

Tantangan dan Masalah:

Sebelum menggunakan sistem CRM, NMI memiliki berbagai permasalahan dalam menangani pelanggan seperti:

· Keinginan memberikan layanan lebih kepada pelanggan.

· Sistem lama yang dipakai untuk menangani pelanggan tak bisa lagi menopang. Padahal, jumlah pelanggan terus meningkat, yang saat ini mencapai hampir 44 ribu pelanggan di 42 cabang

· Data belum terintegrasi.

· Masing-masing bagian seperti berdiri sendiri dengan software yang bersifat tailor-made.

· Informasi data kurang akurat,

· Pemrosesannya lamban,

· Penggunaan sumber daya kurang efisien.

Solusi:

Mengimplementasikan aplikasi CRM, yakni Helpdesk Expert Automation Tools (HEAT) dari FrontRange (vendor asal Amerika Serikat). Investasi untuk mengembangkan sistem CRM, yang disebut program Indomobil for You, mencapai hampir Rp 1 miliar.

Proses Kerja

Data dari berbagai cabang bisa terintegrasi dengan kantor pusat di Wisma Indomobil, Jl. M.T. Haryono, Jakarta. Di kantor pusat ada 6 orang customer relation officer (CRO), yang bertugas khusus menerima komplain, memberi informasi dan melakukan follow up kepada pelanggan. Sementara di cabang masing-masing terdapat satu orang CRO. Para CRO cabang ini bertugas menjaga standardisasi layanan baik di showroom maupun di bengkel dari yang bersifat fisik (semisal penataan showroom hingga toilet), serta pendataan pelanggan yang datang ke showroom ataupun bengkel. Data yang dipegang oleh cabang, tidak akan berbeda dari data yang ada di kantor pusat. Walaupun semua data masuk ke kantor pusat, cabang memiliki duplikasinya. Adapun pengiriman data dari 26 cabang di luar Jabodetabek masih menggunakan sistem batch.

Pada saat terjadi penjualan mobil Nissan di suatu cabang, maka sistem akan mencatat semua data yang diperlukan. Lalu, data mengenai identitas pembeli dan mobil akan masuk ke database di kantor pusat. Setelah itu, dimulailah proses layanan ke pelanggan. Selanjutnya, praktik CRM melalui layanan SMS mulai dilakukan secara intensif oleh pihak NMI. Misalnya, empat hari setelah mobil dikirim akan ditindaklanjuti dengan pengiriman SMS perkenalan. Lalu, tiga hari berikutnya akan ditelepon langsung untuk menanyakan keadaan mobilnya. Tak berhenti di situ. Pengiriman SMS akan terus mengalir. Misalnya, ucapan selamat ulang tahun atau pada saat hari raya (Lebaran, Natal, Tahun Baru, Waisak, Nyepi). Bahasa atau kalimat yang digunakan sangat personal. Misalnya, bukan “kepada pelanggan yang terhormat”, tapi langsung menyebut nama, seperti “kepada Bapak X yang terhormat”.

Begitu pula, ketika argometer mobil pelanggan sudah menunjukkan angka 10 ribu km, sang pelanggan juga akan dikirimi SMS untuk mengingatkan supaya melakukan servis. SMS serupa akan dikirim lagi setiap 10 ribu km berikutnya. Begitu juga dengan STNK. Sekitar dua minggu sebelum masa jatuh tempo STNK itu berakhir, akan ada SMS pengingat.

Hasil dan Manfaat yang Dicapai:

· Bisa melakukan single view terhadap profil pelanggan, serta memiliki informasi yang tepat waktu dan akurat.

· Pengembangan contact centre dan SMS gateway, sehingga bisa memberikan berbagai layanan informasi, menampung komplain, dan menindaklanjuti keinginan pelanggan.

Rencana di masa depan:
NMI akan mengembangkan fitur tambahan ke dalam sistem CRM, sehingga bisa melakukan cross-selling dan upselling. NMI ingin melakukan pengembangan sistem CRM ini hingga ke daerah di luar jabodetabok. Cross selling yang dapat dilakukan dengan meenawarkan berbagai aksesori bila pelanggan menelpon ke bengkel untuk menanyakan status mobilnya yang sedang dibengkel. Mereka akan mencoba untuk melakukan upselling dengan menawarkan tipe mobil yang baru setelah memiliki mobil 3-5 tahun sehingga mereka dapat menjadi pelanggan yang setia.

Kesimpulan:

Adapun Kesimpulan yang dapat diambil dari penggunaan aplikasi CRM perusahaan Nissan Motor Indonesia yaitu:

· Fitur layanan yang lengkap sehingga dapat membantu putugas customer car dalam memberikan informasi kepada pelanggan.

· Memberikan informasi yang lengkap tentang identitas pelanggan dan mobil Nissan yang dimilikinya

· Customer care dapat melayani pelanggan dengan lebih baik

· Terjalin hubungan komunikasi yang lebih baik antara perusahaan dengan pelanggan dan calon pelanggan

Saran:

· Membuat sistem kemanan yang kuat untuk menahan serangan hacker perusahaan kompetitor.

· Memberdayakan sumberdaya IT yang berpotensial untuk meningkatkan IT perusahaan.

· Mengupdate informasi agar selalu menjadi informasi terkini

Daftar Pustaka

[http1], http://blog.taragana.com/index.php/t/customer-relationship-management-software/, 2009

[http2],http://crm.ittoolbox.com/, 2009

[http3],http://en.wikipedia.org/wiki/Customer, 2009

[http4],http://en.wikipedia.org/wiki/Customer_relationship_management, 2009

[http5],http://managementhelp.org/customer/satisfy.htm, 2009

[http6],http://misbridge.mccombs.utexas.edu/knowledge/topics/crm/, 2009

[http7],http://surahyo.blogspot.com/2007/02/customer-relationship-management-crm.html, 2009

[http8],http://www.columbusindo.com/Default.aspx?ID=12340, 2009

[http9],http://www.impactfactory.com/p/customer_relations_skills_training/snacks_1715-2103-64508.html, 2009

[http10],http://www.insidecrm.com/archive/2006/08/nissan_to_launc.html, 2009

[http11],http://www.marketingteacher.com/Lessons/lesson_crm.htm, 2009

[http12],http://www.nissan.co.id/id/web/header/header_1187.htm, 2009

[http13],http://www.swa.co.id/swamajalah/swadigital/details.php?cid=1&id=6463&pageNum=3, 2009

Hello world!

June 19th, 2009 by pleaky

Welcome to Binusian blog. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Happy Blogging :)